Jakarta Seperti Provinsi Tak Ada Gubernurnya

Jakarta, RM. Sejumlah kalangan terus menyoroti kinerja Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo atau Foke dalam mengatasi kemacetan dan banjir di kota metropolitan ini.

Menurut anggota DPR dari dapil DKI Jakarta, Fayakhun Andriadi, selama tiga tahun kepemimpinan Foke, praktis tak ada gebrakan yang dilakukan untuk mengurai permasalahan ibukota seperti kemacetan, banjir, kesehatan, dan pendidikan.

Bahkan, lanjut Fayakhun, hingga saat ini permasalahan ibukota terus berlanjut dan seakan tanpa solusi seperti banjir dan kemacetan.

“Jakarta sekarang seperti provinsi yang tidak ada gubernurnya,” kata Fayakhun dalam diskusi “Mengatasi Problematika Kota Jakarta” di Gedung DPD, Jakarta, kemarin.

Hadir sebagai pembicara anggota Komisi II DPR dari Fraksi PAN Teguh Juwarno dan pengamat transportasi dari Universitas Indonesia Alvinsyah.

Melanjutkan keterangannya, Fayakhun menegaskan, warga Jakarta belum menemukan sosok pemimpin yang betul-betul jadi panutan.

“Jakarta sekarang ini seperti menggelinding begitu saja tanpa ada kepemimpinan. Sudah tidak ada kepemimpinan yang jadi patokan dan panutan bagi warganya,” ucap politisi Golkar ini.

Dijelaskan Fayakhun, salah satu penyebab kemacetan makin parah adalah buruknya sistem transportasi yang ada di Jakarta.

Hal ini karena pemda DKI memberikan otoritas terhadap swasta untuk mengelola transportasi massa.

“Transportasi massa adalah pelayanan publik yang harus dipenuhi pemerintah daerah. Jangan diserahkan ke swasta karena tak akan berhasil sebab swasta hanya akan profit oriented,” paparnya.

Belakangan ini, kata Fayakhun, Foke mengeluh karena kerap dimarahi warga Jakarta terkait banjir dan kemacetan. “Kalau nggak mau dikritik, ya (Foke) jadi tukang sayur saja,” ujarnya.

Senada disampaikan anggota DPR Teguh Juwarno. “Foke itu birokrat tulen karena dia tak ada gebrakan yang berarti selama tiga tahun. Tak ada inisiatif dalam menjalankan pemerintahan,” katanya.

Padahal, lanjut Teguh, proyek untuk mengatasi kemacetan sudah dibahas sejak lama. Karena tidak ada komitmen dan inisiatif dari Foke, kajian yang sudah lama dilakukan seperti proyek monorel dan transJakarta, tidak satupun terealisasi.

“Saat ini tinggal melakukan tindakan nyata, sebab kajian setiap tahun dilakukan namun tak ada hasilnya,” ujar Wakil Sekjen PAN ini.

Teguh mengingatkan agar Foke dapat memanfaatkan dua tahun kepemimpinannya dengan tindakan konkret. “Ada dua tahun tersisa. Foke harus bisa berbuat sesuatu. Kalau tidak, jangan harap periode berikutnya maju lagi,” ujar Teguh. (CR-BCG)

Sumber: Rakyat Merdeka, Kamis 4 November 2010 hal 6

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>