Fayakhun: Joki 3 in 1 Menciderai Martabat Bangsa

Joki 3 in 1Jakarta, Bekasinews.com.-  Secarik kertas putih yang bertuliskan Keputusan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 4104/2003 tanggal 23 Desember tahun 2003 tentang Penetapan Kawasan Pengendalian Lalu Lintas Dan Kewajiban Mengangkut Paling Sedikit 3 Orang Penumpang Perkendaraan Pada Ruas-Ruas Jalan Tertentu di Provinsi DKI Jakarta merupakan muasal lahirnya joki 3 in 1.

“13 tahun keputusan tersebut ternyata mengubah kota Jakarta menjadi tidak manusiawi,” ungkap anggota DPR RI Ir. Fayakhun Andriadi, M.Kom kepada Bekasinews.com, Selasa (21/5) siang.

Menurut Fayakhun para joki 3 in 1 memang merupakan fenomena yang hingga saat ini menjadi bagian dari kisah kelam dari buruknya tata kelola pembangunan kota Jakarta, khususnya dalam konteks pengelolaan transportasi kota Jakarta.

“13 tahun berlalu sejak peraturan tentang 3 in 1 tersebut diterapkan keberadaan joki 3 in 1 tak pernah selesai. Jumlah mereka dari hari ke hari malah makin bertambah. Bahkan di antara sebagian warga Jakarta, ada yang menjadikan pekerjaan joki 3 in 1 sebagai profesi,” jelas politisi Partai Golkar ini

Diterangkannya profesi sebagai joki 3 in 1 memang dianggap lebih baik ketimbang menjadi pemulung, pencopet atau bahkan penjaga toko sekalipun. “Iseng-iseng saya mengajak mereka bicara, terungkap dalam sehari pendapatan para joki tersebut bisa mencapai Rp 80.000. Artinya, bila tidak apes, dalam waktu sebulan pendapatan mereka di atas UMR para pekerja di Jakarta,” cerita wakil sekretaris Fraksi Golkar ini.

Yang membuat miris politisi muda ini, praktek perjokian 3 in 1 melanggar kesusilaan, “masa perempuan muda naik ke mobil laki-laki yang tidak dikenalnnya,” terangnya.

Lebih mengkuatirkan lagi bila seorang anak baik laki-laki maupun perempuan yang menjadi joki terbuka kesempatan untuk diculik, diperkosa, dibunuh maupun diperjualbelikan. “Anak-anak di jam sekolah juga berada di jalan, ini sudah melanggar wajib belajar,” ketusnya.

Jakarta sebagai kota Metropolitan, Fayakhun menilai telah diciderai dengan keberadaan Joki 3 in 1 ini, “harga diri bangsa sebagai bangsa yang bermartabat, dan Jakarta sebagai etalase Indonesia menampilkan manusia-mansuia yang berdiri di disamping jalan seperti menjajakan diri. Sungguh memalukan,” nilai Fayakhun

Upaya untuk menghilangkan Joki 3 in 1 ini, sebenarnya sedang godok oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, bahkan pada tahun 2013 ini ditarget Joki 3 in 1  dihapuskan  menyusul akan diberlakukannya pembatasan plat nomor ganjil-genap pada Maret 2013 lalu.

“Dengan diberlakukannya pembatasan plat nomor ganjil-genap, maka peraturan 3 in 1 otomatis akan menghilang. Sekarang kan sudah ada 3 in 1. Tapi kalau 3 in 1 seperti sekarang, apalah artinya. Kalau genap-ganjil sudah jalan, 3 in 1 akan hilang,” kata Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Namun, menjelang pertangahan tahun 2013, kebijakan pemberlakuan plat nomor ganjil-genap tidak juga diterapkan, akibatnya keberadaan joki 3 in 1 tetap marak. Bagaimana bung Jokowi…? (bn01)

Sumber: http://www.bekasinews.com/berita/nasional/3881-fayakhun-joki-3-in-1-menciderai-martabat-bangsa.html

 

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>