Pesawat Asing Mendarat Tanpa Ijin, Itu Pelanggaran Serius

pesawat-dorner

Ilustrasi: Pesawat jenis dornear 328. Sumber: Bandara.web.id

Jakarta, Sumbawanews.com.- Insiden pendaratan pesawat Dornier 328 milik militer Amerika Serikat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, Senin (20/5/2013) siang, dinilai oleh anggota Komisi I DPR RI Ir. Fayakhun Andriadi, M.Kom sebagai sebuah pelanggaran.

Anggota Komisi yang membidangi masalah pertahanan ini menjelaskan pendaratan pesawat militer di wilayah Republik Indonesia tanpa kelengkapan administrasi yang lengkap merupakan pelanggaran serius atas kedaulatan Indonesia.

Meskipun insiden ini disebabkan karena kealpaan administrasi yang tidak dipenuhi oleh krue pesawat, Fayakhun tetap meminta Menteri Luar Negeri segera mengirim kawat diplomasi ke kedubes Amarika. “Saya Minta Menlu segera mengirim kawat diplomasi ke kedubes Amerika,” tegas Politisi Partai Golkar ini, Rabu (22/5) pagi kepada Sumbawanews.com.

Sebelumnya pesawat jenis Dornier 328 yang berangkat dari Sri Lanka menuju Singapura itu ditahan pihak TNI AU Senin (20/5). Pesawat tersebut mendarat dengan maksud mengisi bahan bakar.

Ketika diperiksa, pesawat yang diawaki dua warga sipil dan tiga anggota militer AS itu tidak bisa menunjukkan dokumen izin melintas di Indonesia.

Lima awak pesawat adalah Tutle Colton Timothy (pilot), Priest Chyntia Ellizabeth (co-pilot/perempuan), Faire Loren Mattjew (teknisi), Moreno David Antonio, dan Sanchez Gaona Diego.

Kelima awak pesawat dan pesawatnya akhirnya dilepas kembali setelah semua izin (clearance) yang diperlukan terpenuhi Senin (20/5) malam, maka Selasa (21/5) pagi pesawat itu diizinkan meninggalkan Bandara SIM Blangbintang, Aceh Besar.

Sementara itu Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menjelaskan pesawat dengan nomor registrasi 963075 itu mendarat karena mau mengisi bahan bakar. Tetapi surat izinnya untuk sehari berikutnya.

“Tapi itu biar diselesaikan dengan bandara setempat. Mereka punya izin tapi mendaratnya lebih cepat,” kata Purnomo di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (21/5/2013) kemarin.

Dijelaskannya pendaratan pesawat tersebut juga tidak menggangu hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Indonesia.

“Tidak ada hubungan diplomatik yang terganggu. Mereka punya izin tapi datang lebih cepat. Masalah teknis itu diselesaikan di tempat saja,” jawabnya.

Ditempat terpisah Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang diwakili Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel mengaku bersalah atas pendaratan tanpa izin yang dilakukan pesawat militer AS di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh, pada Senin (20/5).

“Memang ada kesalahan dari pihak perencana perjalanan militer, jadi mereka memang memiliki izin diplomatik untuk melintasi Indonesia, tetapi dikira masih berlaku ternyata sudah kadaluarsa. Jadi hanya memang masalah izin diplomatik. Hal ini memang kesalahan dari pihak kami dan militer. Tidak ada maksud lain dari pendaratan (pesawat) itu,” tegas Scot Marciel.

Menanggapi pernyataan Dubes Amerika Serikat, mantan anggota DPR RI Hatta Taliwang merasa ada keanehan dengan pendaratan pesawat militer ini, benarkah itu kesalahan pendaratan atau ada yang main mata? “Masa negara dengan teknologi canggih dan administrasi yang rapi bisa nyasar sampai Aceh,” tanya Direktur Eksekutif Insititut Ekonomi Politik Soekarno Hatta (IEPSH) ini. (sn01)

http://www.sumbawanews.com/berita/fayakhun-pesawat-asing-mendarat-tanpa-ijin-itu-pelanggaran-serius

 

Random Posts

    One Response to Pesawat Asing Mendarat Tanpa Ijin, Itu Pelanggaran Serius

    1. asd 22/05/2013 at 14:38

      awas tuh pura2 ngisi bahan bakar tp di balik itu ngirim anggota CIA,,, ckckck

      Reply

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>